Sejarah Itu Akar
Apr 7, 2019
  • 38

Ibarat tanaman yang tak punya akarnya, begitulah ummat yang tak memahami sejarahnya. Mudah tercerabut, mudah terombang-ambing, tak ada pijakan dan standar, lekas matinya

Akan tetapi, apabila sebuah ummat memahami sejarahnya, maka dia akan kokoh, tak mudah tumbang, jadi patokan, dan bisa mengambil energi dari akarnya, dari masa lalu yang dibanggakannya

Maka wajar ketika penjajah mulai menguasai suatu negeri, ia akan menghapus sejarah ummat itu, menggantikannya dengan sesuatu yang dia inginkan, agar hilang karakter hebat ummat itu

Sejarah Islam adalah kisah kekesatriaan, yang terkandung di dalamnya keadilan, kasih sayang, konsistensi, lemah lembut, teguh pendirian, dan yang terpenting, menghamba total pada Allah

Maka takkan ada kita baca dan dengar, ada tokoh-tokoh pemuncak dalam Islam, yang bisa disogok, dibeli dengan dunia, kalah oleh perempuan, atau nista oleh jabatan

Kisah sejarah Islam adalah tentang pengorbanan harta bahkan nyawa untuk menegakkan agama, tentang kelembutan pada musuh apalagi pada sesama, tentang cinta

Tapi yang dicekoki pada ummat saat ini, bukanlah akar sejarah Islam mereka. Justru sebaliknya, mereka dipaksa untuk takut dan jijik pada Islam, dengan segala misal penyesatan

Islam itu radikal, Muslim itu teroris, khilafah itu makar, kajian-kajian itu ekstrimis, syariat itu intoleransi, istilah kafir adalah ungkapan kebencian, dan banyak lagi stigmatisasi negatif lainnya

Lalu sejarah mana yang ingin mereka ceritakan? Ialah sejarah Indonesia yang sekuler, dimana Tuhan hanya sekedar jadi pemanis bibir, dan syariat ditolak atas nama konstitusi

Tapi ummat sudah mulai sadar, sedikit demi sedikit mulai tahu jati dirinya, tentang Indonesia yang Islami, Nusantara yang bersyariah, lebih jauh lagi, tentang sejarah Islam dunia

Sebab kisah Muslim manapun di penjuru dunia, adalah kisah kita, kekesatriaan mereka juga mengalir di nadi kita. Sebab sejarah kita bermula, ketika syahadat sudah dipersaksikan

#sejarah #akar #Islam #Indonesia